Rabu, 17 Juni 2015

Pura-pura Stroke, Kakek ‘Winnie the Pooh Ternyata Kaya dan Punya 7 istri



Perjuangan kakek Suaedi (75), warga Mojokerto mengais rejeki dengan memakai kostum Winnie the Pooh dan mengaku stroke, membuat banyak setiap orang yang melihatnya merasa iba. Bahkan tidak sedikit yang menitihkan air mata dan memberinya uang. Kakek Suaedi sehari-hari ‘bekerja’ di dekat Lippo Mall Sidoarjo, Jawa Timur.

“Saya pernah ngasih Rp 50 ribu. Karena dari wajahnya terlihat memang memelas, karena wajahnya memang tidak ditutup. Apalagi dia menuntun anak kecil, kira-kira usianya lima sampai enam tahunan,” kata warga Sidoarjo, Sony dikutip merdeka.com, Rabu (16/6/2015).

Kisah kakek Suaedi mulai tersebar  berdasarkan informasi pendengar salah satu stasiun radio di Surabaya. Kakek Kepada orang-orang, Suaedi mengaku sebatang kara dan manuai banyak simpati.

Namun, Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur berhasil membongkar siapa kakek Suaedi yang sebenarnya. Di hadapan petugas, sang kakek mengaku rela menjalani pekerjaan dengan berkostum badut agar orang merasa kasihan sehingga ia bisa mendapat uang banyak.

Selama ‘bekerja’, Suaedi mengaku menderita sakit stroke. Setiap harinya Suaedi mengenakan kostum beruang kuning yang nampak kusam. Dari ‘pekerjaanya’ itu, dia bisa mengantongi Rp 500 ribu setiap harinya.

Dari hasil investigasi Liponsos, terungkap ternyata Suaedi adalah warga Mojokerto bukan Gresik dan memiliki rumah mewah, tujuh istri serta lima anak. Suaedi juga tidak menderita stroke seperti yang diberitakan banyak media.

“Setelah kita cek kesehatannya, dia enggak sakit. Senin kemarin, sekitar pukul 10.00 WIB, dia kita pulangkan. Sesuai KTP-nya, dia warga Mojokerto. Dia kita serahkan ke Dinsos Mojokerto. Dia juga dijemput satu dari lima anaknya,” kata petugas yang ikut mendampingi Suaedi, Dayat.

Dayat mengungkapkan bahwa Suaedi memilih untuk tidak pulang menemui istri dan anaknya jika penghasilannya tidak mencapai Rp 500 ribu.

“Hasil dari menjadi badut, dia bisa mendapat Rp 500 ribu per hari, ini dari pengakuannya sendiri. Dia bilang kalau sehari tidak dapat (Rp 500 ribu) itu, dia tidak akan pulang,” tutur Dayat.

“Dari hasil itu, dalam satu tahun dia bisa membeli rumah di Mojokerto, beli motor Yamaha Vixion dan motor matik. Istrinya saja ada tujuh. Katanya istri saya cuma tujuh saja. Cuma tujuh. Loh ini bener dari pengakuannya sendiri,” kata Dayat menirukan keterangan Suaedi.

Manurut Dayat, saat Suaedi dibawa petugas Liponsos Sidoarjo pada Minggu kemarin, tiba-tiba seorang perempuan yang mengaku anak Suaedi berlari menghampiri petugas.

“Pertama dia mengaku anaknya, tapi setelah kita desak ternyata mengaku istri ketujuh Suadi. Namanya Karsih. Jadi, Karsih ini memang mengawasi Suaedi dari jauh setiap hari. Dia tidak ikut berpakaian badut. Tapi dalam tasnya ada dua pakaian badut,” tandasnya.

(Merdeka)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar